Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cacing Bercabang Dengan Membagi Organ Internal Yang Tumbuh di Spons Laut

Cacing laut Ramisyllis multicaudata, yang hidup di dalam kanal internal spons, adalah salah satu dari dua spesies yang memiliki tubuh bercabang, dengan satu kepala dan beberapa ujung posterior. Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Universitas Göttingen dan Madrid adalah orang pertama yang mendeskripsikan anatomi internal hewan yang menarik ini. Para peneliti menemukan bahwa tubuh kompleks cacing ini menyebar secara luas di kanal spons inang mereka. Selain itu, mereka mendeskripsikan detail anatomi dan sistem saraf dari unit reproduksinya yang tidak biasa, stolon, yang membentuk otak mereka sendiri ketika dilepaskan untuk pembuahan, memungkinkan mereka untuk menavigasi lingkungan mereka. Hasilnya dipublikasikan di Journal of Morphology.
IMAGES
Gambar: cdn.mos.cms.futurecdn.net

Tim peneliti menemukan spons inang dan cacing tamunya di daerah terpencil di Darwin, Australia, tempat hewan ini hidup. Mereka mengumpulkan sampel, beberapa di antaranya sekarang berada di koleksi Museum Keanekaragaman Hayati di Universitas Göttingen. Untuk analisis mereka, mereka menggabungkan teknik seperti histologi, mikroskop optik elektronik, imunohistokimia, mikroskop laser confocal, dan mikrotomografi terkomputasi sinar-X. Hal ini memungkinkan untuk mendapatkan gambar tiga dimensi dari organ dalam cacing yang berbeda dan bagian dalam spons yang mereka tinggali. Para ilmuwan menunjukkan bahwa ketika tubuh hewan-hewan ini membelah, begitu pula semua organ dalamnya, sesuatu yang belum pernah diamati sebelumnya.

Lebih lanjut, model tiga dimensi yang dikembangkan selama penelitian ini memungkinkan untuk menemukan struktur anatomi baru yang eksklusif untuk hewan-hewan ini, yang dibentuk oleh jembatan otot yang melintas di antara berbagai organ setiap kali tubuh mereka harus membentuk cabang baru. Jembatan otot ini penting karena memastikan bahwa proses percabangan tidak terjadi pada tahap awal kehidupan, tetapi setelah cacing dewasa dan kemudian sepanjang hidup mereka. Selain itu, para peneliti mengusulkan bahwa "sidik jari" unik dari jembatan otot memungkinkan secara teoritis untuk membedakan cabang asli dari yang baru di setiap percabangan jaringan tubuh yang kompleks.

Selain itu, studi baru ini menyelidiki anatomi unit reproduksi (stolon) yang berkembang di ujung posterior tubuh ketika hewan-hewan ini akan bereproduksi, dan itu merupakan ciri khas keluarga mereka (Syllidae). Hasilnya menunjukkan bahwa stolon ini membentuk otak baru dan memiliki mata sendiri. Ini memungkinkan mereka untuk menavigasi lingkungan mereka ketika mereka terlepas dari tubuh untuk pembuahan. Otak ini terhubung ke seluruh sistem saraf oleh cincin saraf yang mengelilingi usus.

"Penelitian kami memecahkan beberapa teka-teki yang diajukan hewan aneh ini sejak annelida bercabang pertama ditemukan pada akhir abad ke-19," jelas penulis senior Dr Maite Aguado, Universitas Göttingen. "Namun, jalan masih panjang untuk memahami sepenuhnya bagaimana hewan menakjubkan ini hidup di alam liar. Sebagai contoh, penelitian ini telah menyimpulkan bahwa usus hewan ini dapat berfungsi, namun tidak ada jejak makanan yang pernah terlihat di dalamnya. mereka dan karenanya masih menjadi misteri bagaimana mereka dapat memberi makan tubuh mereka yang bercabang besar. Pertanyaan lain yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana sirkulasi darah dan impuls saraf dipengaruhi oleh cabang-cabang tubuh. " Penelitian ini meletakkan dasar untuk memahami bagaimana makhluk-makhluk ini hidup dan bagaimana tubuh bercabang mereka yang luar biasa berkembang.

Powered By NagaNews.Net